Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita anak

Kinayah : Kartinian

Gambar
Semarang, awal tahun 80an Bu Lis masuk kelas, seketika murid-murid yang sedari tadi berisik dan gaduh langsung terdiam. Meskipun terdiam bukan secara serentak melainkan satu persatu diam setelah melihat kehadiran bu Lis. Kinay yang semula duduk menghadap meja Icha yang berada dibelakangnya, seketika merapikan duduknya dan kembali menghadap depan setelah Icha memberi kode kalau bu Lis sudah masuk kelas.

Kinayah : keriting di salon!

Gambar
Semarang, awal tahun 80'an Seperti biasa hari ini Kinay pulang sekolah bersama Icha dan Yanti, kemudian mereka berpisah begitu Kinay sampai di depan rumahnya. " Jangan lupa nanti sore kita sepedaan ya " kata Kinay sambil memasuki rumah. " Ya. Jam empat Nay, jangan terlambat " sahut Yanti. " Iya jam empat, aku ingat "

Kinayah : Pertengkaran dua bocah

Gambar
Suatu siang sepulang sekolah, Erma dan Yanti berlari menuju rumah Kinay. Nafas mereka tersengal-sengal hingga mereka harus berhenti sebentar tepat di depan rumah sebelum akhirnya berteriak. " Nay, Kinay! " teriak Erma. " Nay, ayo keluar. Deni sedang bertengkar dengan Adi " kali ini Yanti yang mengatakan.

Kinayah : Sepeda onta yang berdentang

Gambar
Semarang, awal tahun 80-an Hampir setiap sore Kinay dan teman-temannya bersepeda keliling kampung. Mereka melintasi jalan raya menjauh meninggalkan lingkungan rumah. Memasuki banyak gang di perkampungan tetangga, melewati juga sekolahnya dan lebih jauh lagi melewati pinggiran persawahan diujung desa.

Kinayah : Foto bersama poster Chicha Koeswoyo

Gambar
Semarang, awal tahun 80an Suatu hari ketika Kinay sedang bermain bersama adik dan teman-temannya, tiba-tiba ibu memanggil. Kinay dan Deni adiknya segera pulang, menemui ibu. " Ayo ganti baju " kata ibu begitu Kinay dan adiknya  mendekat. " Mau kemana bu? " " Foto, tuh P ak Yon sudah datang"

Kinayah : mi kuning di warung bu Samat

Hal yang paling tidak menyenangkan bagi Kinay adalah ketika sedang asyik bermain tiba-tiba dipanggil ibu untuk diminta beli ini itu. Meskipun sangat enggan mau tak mau dia harus segera pulang. Dan setelah menerima perintah dari ibu untuk membeli sesuatu di warung bu Samat, sambil membawa sejumlah uang dia kembali mendekati teman-teman.